PATUNG LELUHUR ORANG TORAJA TAU - TAU
PATUNG LELUHUR ORANG TORAJA TAU - TAU

PATUNG LELUHUR ORANG TORAJA TAU - TAU

Konsep kematian bagi orang Toraja dianggap telah mati apabila upacara kematian telah dilaksanakan secara sempurna atau tidak sempurnah berdasarakan tingkatan/jenisnya.

Orang yang baru mati bagi orang Toraja sebelum diupacarakan masih tetap dianggap sebagai orang yang sakit (To Makula). Status itu akan berubah apabila sanak keluarganya sudah mampu melaksanakan upacara kematian dan pemakamannya. Itulah sebabnya sehingga orang yang telah mati biasanya ditempatkan dirumah duka / tongkonan dalam jangka waktu lama menunggu kemampuan sanak keluarga untuk mengadakan upacara pemakamannya.

Mayat yang belum diupacarakan biasanya disimpan dalam sebuah peti kemudian diletakkan diatas rumah dalam jangka waktu tertentu dan pada saat akan diupacarakan, peti tadi diganti dengan peti yang baru.

Orang yang telah mati akan dibuatkan patung atau tau-tau sesuai keyakinan Aluk Todolo adalah bayangan dari orang mati. Namun demikian pembuatan tau-tau  harus diikuti oleh upacara kurban dan sesajen maka tidak semua penganut Aluk Todolo dapat mengikutinya kecuali orang yang berasal dari keturunan bangsawan murni (Tana’Bulaan),

Proses penempatan tau-tau (patung leluhur) pada kompleks gua-gua makam, dilaksanakan pada saat pelaksanaan upacara rapasan yakni upacara menurunkan arwah dari rumah. Patung ini diarak bersama mayat, posisis patung berada dimuka usungan. Dalam mengusung mayat ke tempat pemakaman para pembawa mayat berjalan dengan tertib, diiringi lagu sanjungan arwah, sampai pada tempat pelaksanaan upacara kedua yang disebut Aluk Rante. Pada saat upacara berlangsung, tau-tau (patung leluhur) tetap berada disisi mayat.

Waktu pemakaman ke dalam liang (kuburan di gua-guabatu), patung leluhur tersebut hanya dipakaikan pakaian biasa yang selanjutnya ditempatkan pada mulut atau muka liang tempat pemakamam si mayat.

Pada saat keluarganya mengadakan upacara peringatan kepada orang mati (upacara ma’nebek), patung leluhur tersebut ikut diganti pakaiannya serta memberikan sajian yang diperuntukkan bagi si mayat.

Penulis

SULAWESI TOURISM INFORMATION CENTER

LINK ARTICLE

0 COMMENT


TULIS KOMENTAR

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar *



RECOMENDED TOUR

NEWS INFO TOUR

..

Last Tweet

Hubungi Kami

Official Site of South Sulawesi Province Tourism Departement